Monday, March 31, 2008

Deminscha

Demischa.
Ia duduk termenung.
Masih saja sendiri.
Meratapi keberadaannya yang terjebak dalam putaran waktu yang salah.
waktu yang menyudutkannya pada pilihan-pilihan pongah dan tak strategis.
Bisa jadi dia gugur dengan konyol tahun ini, seperti sepuluh tahun yang lalu.
Dengan dada tertembus peluru,
atau isi kepala yang tumpah dibedil senapan panjang.
Atau justru dia memilih menjadi pengkhianat kecil di antara ribuan pengkhianat besar lainnya.
Tanpa darah di dada atau kepalanya.
Cuma kebusukan yang dibawanya sampai mati nanti,
enath kapan.

Saturday, March 29, 2008

satu lagi taman, semakin lengkap saja kehidupan ini...

Otakku yang rada nakal dan suka sok kreatips ini dari kemarin tak henti-hentinya memikirkan sesuatu...
Yah, sesuatu yang kuidam2kan selain public library buat masyarakat depok (hitung2... aku kan *katanya* as a part of intelectual people, jadinya pengen gitu ikutan kasih cipratan manfaat buat orang2 sekitar aku- masyrakat)
Kali ini otakku yang kerap kali error kalo udah mencium aroma madu (dalam bahasa filsafat: kebahagiaan), dari tadi malam membayangkan alangkah indahnya sebuah taman kota.
Iya, taman kota.
Lengkap dengan bunga mawar dan anggrek di sana-sini
juga kursi-kursi panjang dengan bentuk melingkar mengelilingi podium kecil di tengahnya.
Seperti Plato dulu dengan akademosnya.
Taman menjadi pusat literatur untuk siapa saja yang ingin berdiskusi, menampilkan karya seni, bermain teater, berorasi atau pun sekadar membaui wangi-wangi bunga seraya mensyukuri banyak hal...

Ah, tentu indah sekali taman itu...
Kau tak perlu lari ke gedung2 mewah untuk mengejar seminar dan selembar sertifikat, karena apa yang akan kau dapatkan dengan berbagi di taman ini sifatnya GRATIS dan universal! siapa saja, kapan saja... silahkan menebar ilmu dan menuai manfaatnya.

Kau juga tak perlu bergegas atau takut kesiangan ke sekolah demi celoteh guru yang isi omongannya sama persis dengan yang tercetak di lembaran-lembaran buku dengan harga yang kian melambung.

Kau tak usah juga berterik panas ria ke gedung perwakilan rakyat untuk menyuarakan aspirasi, cukup bertandang ke taman ini dan bersuaralah sesuka hatimu, karena di taman ini akan lebih banyak orang yang mendengarkan dan mungkin mendukungmu ketimbang dinding2 tinggi nan tebal yang hanya memantulkan suara-suaramu hingga pita suaramu meletus.
Hampir bisa kujamin, suaramu lebih terdengar dan lebih menggetarkan jika didengar oleh telinga2 dari kepala waras daripada kuping2 bebal di balik gedung tolol itu.

Taman ini nantinya akan banyak didatangi ibu2 hamil yang ingin menyehatkan perkembangan janinnya dengan menghirup sebanyak2nya udara kebebasan. Ada juga pak tua dengan anjing kecil yang menemaninya lari pagi, lalu orkestra jalanan yang tak lagi kisruh di pinggir jalan karena mendapat jaminan setiap karyanya dihargai oleh setiap orang beserta rumput-rumput yang bergoyang mengangguk-angguk bersama lantunannya... Oh iya, tak lupa anak kelinci dan anak kucing yang sibuk menangkap burung-burung di taman itu.
Semua boleh bermain dan bersuka cita di sini.
Tak ada yang berbeda, karena taman ini milik semua...

Ah... adakah taman itu kelak hadir di tengah2 kita lalu menjelma menjadi akademos. Mungkin plato bisa bangkit dan merasuki podium di tengah taman itu, seraya menyembai bulir-bulir ilmu yang ditanamnya dulu di taman itu...

Monday, March 24, 2008

Dan Ketika Dia Datang Untuk Menggoda

Dan Ketika dia Datang Untuk Menggodaku...

Ting...tong!

Ah... siapa itu???

Kuintip dari balik tirai jendela kamar tidurku.

Tak ada siapa-siapa.

Cuma suara mobil menderu, lalu mati mesinnya...

Mobil itu parkir tepat di depan pagar rumahku.

Siapa sih?

Lagi-lagi aku lebih suka bertanya daripada keluar untuk mengeceknya langsung.

Sekali lagi aku mengintip dari balik tirai.

Aha... dia!

Tuhan, dia....!!!

Bergegas aku turun ke bawah, berlari kecil mendekati pintu depan rumah.

Menyambut sang tamu datang dengan manisnya.

Sudah lama aku tak berpose semanis ini kalau menerima tamu.

Masuklah, tamu yang sudah lama kunanti-nantikan...

Masuk...

Mataku berbinar-binar, seperti bias mentari yang terpantul kristal embun...

Ayo jangan malu-malu...

Tamu itu tak memilih duduk di sofa tamu, dia lebih suka langsung masuk dapur seperti biasanya.

Seperti biasanya juga, aku pun membuntutinya ke dapur untuk memuaskan rasa penasaranku dengan tingkahnya kali ini.

Tamu itu menepati janjinya untuk datang, setelah tertunda tiga minggu lamanya.

Aku resah menunggu tamu itu tak datang-datang nyaris tiga minggu.

Hari-hariku tak karuan, seperti cacing kepanasan atau bisa juga seperti dadu yang tak juga dilempar oleh pemain ketiga dalam permainan monopoli.

Perlahan... tamu itu mulai menggodaku di dalam dapur.

Padahal sudah kubilang supaya dia menahan diri.

Salahku juga, aku pun mudah tergoda...

Tak kuasa lagi kutahan...

Tamuku satu ini memang selalu paling pandai menggodaku dengan rayuan paling manis yang pernah ada.

Dia menatapku lekat, tajam dan tepat menancap ke jantung hatiku...

Seolah berkata, aku milikmu... aku ingin mencicipi mewahnya bibirmu dan nikmatnya lidahmu...

Izinkan aku...

Ah! Cukup!

Aku tergoda!

Baiklah... aku milikmu sekarang, wahai tamu termanis dan teragungku...

Mari kita bercumbu bersama, dalam kuluman lidahku...

Yah... aku berhasil kau goda.

Kau tentu akan puas...

Kali ini kau berhasil lagi!

Dan agaknya akan selalu berhasil...

Pelan namun pasti, cheese cake pun mulai kulumat...

Melumer dengan mewah di antara pori-pori lidahku...

Seolah menjadi penawar piluku yang selama tiga minggu ini sulit bernafas dan susah makan lantaran hidungku tersumbat dan lidahku mendadak pahit...

Oh... cheese cake, kau...benar-benar telah menepati janjimu untuk datang dan kembali menggodaku...

Yah, aku tergoda!

Kamu memang penggoda...

Ah...

Forbidden Room, 24 Maret 2008

Bersama cheese cake yang lumer dengan sexy nya di lidahku...

Saturday, March 22, 2008

Perpustakaan Umum untuk Masyarakat Depok dan sekitarnya

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat tentu diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakatnya. Tak hanya duduk mematung di kelas ataupun berkoar-koar di organisasi kemahasiswaan, langkah nyata kita dalam membangun peradaban semakin dinanti.

Pernah tidak kita semua menyadari, bahwa sepanjang jalan margonda atau seluas depok ini begitu banyak kampus-kampus yang berdiri megah dan mulai terkesan angkuh layaknya menara gading. Harapan dari masyarakat kepada kita sebagai kaum intelektual semakin tak bersambut. Seolah ada jarak antara kita (si kaum kampus) dengan mereka (si warga setempat).

Pernah tidak kita membayangkan betapa beruntungnya kita bisa duduk tenang dalam perpustakaan kampus yang berpendingin udara dengan kursi empuk serta sederet koleksi lengkap buku-buku bacaan yang membuat kita semakin bisa membedah dunia?
Sementara di sana, masih banyak adik-adik kita yang terpaksa tak bisa membeli buku atau sekadar membacanya lantaran uangnya terpaksa dipakai untuk membeli sebungkus nasi. Atau bahkan masyarakat di luar sana yang masih saja buta aksara karena tak menguasai ilmu baca tulis, atau sekalinya bisa membaca tak ada bacaan yang bisa dibaca karena akses untuk mendapatkan buku kian sulit (dibaca: mahal)


Lantas apa yang dapat kita perbuat?
Hmm... perenungan saja tak akan cukup jika tanpa sebuah langkah nyata sebagai solusinya...

Hari ini saya YM-an dengan sahabat kita, Hana (mahasiswi JIP UI'05). Sudah lama saya dan Hana mengidam-idamkan sebuah ruang sederhana bagi siapa saja yang kehausan akan ilmu dan hasrat ingin "menjelajahi" dunia yang luas ini. Ruang sederhana itu kelak akan bernama "PERPUSTAKAAN UMUM" bagi siapa saja, khusunya warga Depok & sekotarnya. Perpustakaan yang menyajikan "santapan ilmu" yang lezat dan bergizi, murah dan mudah terjangkau.
Bagi mereka yang ingin belajar membaca, bisa datang kemari...
Bagi mereka yang ingin membaca sejarah, bisa datang kemari...
Bagi mereka yang ingin membaca novel, bisa datang kemari...
Bagi mereka yang ingin tahu resep masakan nusantara, bisa datang kemari...
Bagi mereka yang ingin berbagi keahlian (seperti bermain gitar atau kecapi), bisa datang kemari...
Bagi mereka yang ingin berdiskusi dan menyuarakan aspirasi, bisa datang kemari...
Bagi mereka yang ingin belajar informasi dan teknologi, bisa datang kemari...
Bagi mereka yang punya ide untuk memberdayakan masyarakat, bisa dayang kemari...

Ruang ini terbuka luas seluas langit biru bagi siapa saja yang ingin mengakses informasi baru... mencerdaskan isi kepala... dan saling menginspirasi demi terwujudnya suatu perubahan sekaligus peradaban...

Tidakkah itu Indah, sahabat?
Ruang sederhana itu kelak akan kita sulap bersama menjadi ruang yang "membebaskan" dari belenggu kebodohan dan ketidakberdayaan...

Melalui tulisan ini, melalui milis ini, melalui ruang yang dipenuhi kaum intelektual ini...
saya ingin mengajak semua sahabat milis untuk membantu saya. Bergegas mewujudkan ruang yang membebaskan itu.
Sekarang ini saya, hana dan mungkin masih banyak di antara kita semua yang berniat untuk membangun sebuah perpustakaan umum di daerah depok, semoga kita bisa sama-sama saling membantu.
Konsep perpustakaan ini sekarang sedang diselesaikan oleh Hana dalam bentuk word dan sekarang sedang coba diikutsertakan ke dalam kompetisi essay yang diselenggarakan World Bank, dengan harapan hadiahnya (kalau menang) bisa dijadikan modal awal untuk pembangunan perpus tersebut (iya khan, Na? hehe).
Beberapa teman2 lainnya juga sudah mulai mengumpulkan buku-buku untuk disajikan di perpustakaan umum tersebut.
Namun sejauh ini, masih kami belum mendapatkan tempat untuk perpustakaan ini. Jika ada sahabat semua di sini yang bersedia memberikan tempatnya atau mencarikan link bagi kita semua untuk membangun perpus ini, dengan senang hati akan kita follow-up bersama.

Bagi teman-teman yang tertarik bergabung serius dalam rencana pembangunan perpustakaan umum di depok ini atau ingin menyumbangkan buku-bukunya bisa segera menghubungi Inka di 0851075410/94363216 atau Hana di 021-99246527 / 0811902759 atau melalui milis ini.
Jujur... Saran, masukan dan kontribusi teman-teman sangat dinantikan...
Untuk buku bisa kita ambil ke tempat sahabat atau bisa di drop di MS Kost Putri (Kutek)

MAri bersama kita bergegas dalam langkah nyata membangun kembali peradaban yang kita rindukan, mencerdaskan masyarakat dan membebaskannya dari belenggu kebodohan dan kemiskinan! MARI....!!!!

Hormat Saya,

Fitri Arlinkasari

Seorang mahasiswa biasa yang merindukan peradaban…

Tuesday, March 18, 2008

10 hari cuti dari hidup normal

And here’s me now...

Dengan keadaan yang masih agak2 lemes dan dalam status grounded still pasca sakit yang nyaris 2 minggu ini. Sebut saja tipes yang mendera gue sampe gue terpaksa dirawat di RS. Dharma Nugraha dari tanggal 5-7 maret. Akibat kenakalan dan keogahan gue cek up lagi ke dokter pasca sembuh tipes, di tanggal 10 Maret yang silam gue ngerasa tenggorokan gue ini mulai gak asik lagi seperti biasanya (biasanya gue bisa nyanyi sampe 7 oktaf, sekarang harus terjun bebas ke 2 oktaf *bohong mode: on*). Kondisi buruk yang menimpa tenggorokan gue ternyata semakin parah saja setiap harinya, dan tebak! Penyakit gue didiagnosa udh lumayan complicated (taelah... udah kaya status di FS aje). Ternyata amandel gue bengkak plus meradang parah, alhasil gue susah bgt yang namanya napas sama nelen makanan, boro2 makanan nelen ludah sndiri aja udah nyiksa bgt.


Amandel yang lagi gak seru itu merambah ke hidung gue, which means karena amandel bertugas sebagai antibodi, gue yang melemah ini pun terserang flu berat sampe gak bisa napas. Hidung gue ikut2an ngadat gamau nafas dengan leluasa. Akhirnya selama seminggu gue ngerasa “nyaris tewas” akibat susah nafas either lewat hidung ataupun mulut. Hidung kesumpel ingus, mulut ga bisa kering karena kalo kering amandel gue menggila lagi nyerinya! So, 5 hari aja lho gue GAK TIDUR! Beneran! Gak tidur! Akibat kesulitan menangkap O2 yang dibutuhkan tubuh! Mata gue sampe cekung boo... Tiap malem gue nangis gak kuat nahan sakit si amandel dan kesulitan bernapas gue.


Selama seminggu itu gue sudah mengupayakan berbagai macam cara. Mulai dari ngedatengin dokter THT di RS Islam, dokter THT di RS. THT Proklamasi, sampe (yang paling cihuy) ke dokter THT RS. Dharma Nugraha (salut buat dr. Fitri yang sudah membantu gue dalam proses penyembuhan). Kata tuh dr.Fitri, amandel dan sinusitis gue udah akut, so... kalo amandel gue udah sembuh dan normal lagi gw diwajibkan operasi amandel (selidik punya selidik, obat pasca operasi amandel ini Cuma disuruh makan Ice cream ya?? Hoho... asik betul! Gue mau deh!!). Semua antibiotik dan obat2an yang diresepkan ke gue gak ada yang ngaruh cuy! Cuma ngempes2in dompet dan nambah2in racun di tubuh. Soale katanya, antibiotik oral (macam amoxcilin) udh gak mempan lagi buat nyembuhin infeksi di amandel dan sinusitis gue. Akhirnya selama 3 hari berturut-turut ini gue kudu balik ke RS. Dharma Nugraha buat suntik antibiotik dosis tinggi dan terapi uap, dan kali ini baru mempan! Alhamdulillah...


Selain mencoba berbagai macam upaya yang bersifat medis, gue sempet aja lho dibawa bonyok gue ke pengobatan alternatif gitu yang kata orang2 banyak bgt pasiennya dan bisa sembuh dalam satu kali kedatangan (wuiiih... gila! Tuh orang dukun ape tuhan sih? Sehari boo....?). Gue dibawa jam 10 malam ke tuh Pak Haji, tapi gue shock gila! Karena proses pengobatannya kayanya sesat bgt! Masa pake telor segala, trus leher gue ditulis2 pake arang, abis itu diolesin minyak yang tau deh apaan! Gue juga dsuruh ngikutin dia baca ayat (tau deh ayat apaan!), tapi berhubung hati ini udah kagak yakin sama tuh dukun berkedok pak haji, gue berserah diri pada Allah semata mohon lindungan. Dan gue ngasal2in pembacaan ayat yang dilafazkan, gue takut kalo itu ayat malah ayat sembarangan! Salah-salah gue dibawa jin tomang gimana? Besok2 kalo udah sembuh gue kudu di rukiyah kali ye (ribed amat)!! Hehehehe... Sampe rumah gue langsung solat, minta ampun sama Allah dan mohon lindunganNya selalu. And guess what, dasar emang kayanya sesat dan gue udah keburu gak yakin, amandel gue yang diobatin sama beliau sama sekali tidak menunjukan tanda2 yang kesembuhan, bahkan minyak yang dia suruh pake setelah pulang tanpa sengaja tumpah gitu aja di tas gue! Hoho... sori nih pak haji! Saya lebih percaya sama kebaikan Allah yang pasti denger doa hambanya ketimbang telor2 bapak yang juga ada di kulkas saya sendiri (hahaha...)


Tidak berputus asa dengan upaya medis dan kedukunan, gue juga mencicipi resep-resep tradisional. Mulai dari minum rebusan daun mengkudu, minum air perasan nanas muda (yang kayanya lebih berkhasiat buat cewe yang telat dateng bulan, hoho), minum madu pake jeruk nipis (yang ternyata kata dokter kalo lagi amandel gini gue gak boleh makan jeruk), minum Liang Teh ramuan cina, netesin Propolis Gold ke lubang hidung (yang bikin gue berasa digurah krn ingus mengalir dengan dahsyatnya), akupressure dan terapi listrik di Klinik suhu Yo, sampe nyumpelin daun sirih ke hidung lantaran hidung gue juga sempet pendarahan hebat. Semua gue lakukan, semua gue turuti demi kesembuhan gue. Gue sampe bingung, ntar kalo udh sembuh terus ditanyain sama orang: lu bisa sembuh pake apa, Nka?, gue pasti bingung jawabnya karena terlalu banyak yang gue telan dan terapi yang gue lalui. Yaa... intinya ikhtiar lah... (dan BUKAN ke pak haji gebluk itu!) hehe...


Sekarang tanggal 19 Maret, kondisi gue udah much better (alhamdulillah...) meski sesekali masih harus ngisrut2 ingus tapi semalam gue udah bisa tidur nyenyak dan menebus 5 hari tanpa tidur itu dengan biadabnya. Karena masih dalam proses recovery dan evaluasi dr.Fitri, gue pun masih “dirumahkan” oleh nyokap gak boleh kemana2, padahal gue kemaren di sms-in PS gue kalo hari ini gue ada bimbingan skripsi. Huhu... untung PS gue pengertian bgt, bimbingan gue bisa ngikutin jadwal gue setelah sembuh (Bu Puji... Inka sayang Ibu..). Ntar sore gue juga masih harus kontrol ke dr. Fitri dan suntik antibiotik plus terapi uap untuk terakhir kalinya (amiiiin...) After all those things, mungkin dalam waktu dekat gue akan operasi amandel juga. Bagi kawan2 yang ingin datang menjenguk kelak, mohon jangan lupa membawakan Inka Ice Cream ya......!!!
Pokoknya, mulai saat ini, gue JANJI! Akan senantiasa menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat! Olahraga, No MSG, makan teratur, tidur optimal dan tentu saja senantiasa mebahagiakan hati ini dan hati orang lain... hoho... gue udah kangen kampus, kangen kost, kangen kurcaci2 kutek, kangen ayam bakar warung ijo-nya Hasan yang sering ngasih gue bonus nasi uduk tambahan, kangen dimsum Kancil, kangen sama mbak2 di Sarken yang selalu kasih murah kalo gue makan, kangen perpus pusat, kangen hotspot-an di kampus, kangen sama sepeda gue, kangen ngetik skripsi, kangen kumpul KAB, kangen sama mimpi public library bareng Hana Adler, kangen ngurusin proyek GYSD, kangen sama gank IELTS gue, kangen jalan-jalan, dan yang terpenting gue KANGEN BERNAPAS LEGA!!! Wooooah... What a wonderful life!!!


Nikmat bgt ya sehat itu? Dan Cuma orang zhalim macam gue ini lah yang menyia-nyiakan kenikmatan tiada tara itu.. (huhu...)
“Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dusatakan?” (Q.S. Ar-Rahman).


So, guys! I think it’s very stupid kalo kamu gak tau how to take care of your life and body (hoho... dengan gaya nya Cinta Laura). Oya, terimakasih banyak buat semua doa, dukungan (esp for my family) dan kunjungan temen-temen selama gw sakit tipes kmrn (Tyan, Iman, dayat, gianto, bang umar, mbak ari, dahlia, anin, mba devi, mba ira, mba mira, acha, bang ricky, ary, k’dwiko, Ryo, makasih atas tawa dan canda yang masih bisa kalian bagi di kala gue terbaring, hoho...). Isu2nya, abis nikahan mbak Anis bsk, Andri CS mau main ke rumah nih... waduh2... it must be so groovy in here!! Hehehe...
Last words: GUE MAU SEHAT. ELO???


Cot Gading, 19 Maret 2008
Sembari menikmati angin sejuk siang ini.
Selamat datang udara kebebasanku...
Jamahlah lagi paru-paruku bersama nafas penuh syukur ini...

Thursday, March 13, 2008

yang simple tapi "ngena"

awal-awal belajar di psiko, gue males bgt tuh sama yang namanya ngapal tokoh plus "mazhab"nya!
Mulai dari freud, erikson, anna freud, piaget dan lain sebagainya.
Selain karena ajaran mereka satu sama lain mirip-mirip, gue gak terlalu nemuin urgensi dalam kehidupan sehari-hari gue!
so what kalo erikson bilang ada 7 tahap psikososial?
so what juga kalo kata freud anak cowo jatuh cinta pada ibunya?
Belum lagi gaya ngajarnya dosen2 gue "melankolis" bgt alias mendayu-dayu alhasil bikin gue di kelas cuma merem melek! (eh, apa guenya aja yah yang rada sableng? hoho..)
Tugas yang dikasih dosen juga cuma seputar menjawab post notes yang ada di buku psibang, dan itu sumpah ngapal abis! jawabnya juga gampang, tinggal buka kembali beberapa halaman sebelumnya! hahahaha...
trus ada juga tugas wawancara anak-anak, mentok2 gue lebih pusing bikin verbatimnya ketimbang merhatiin masalah tuh anak ajaib.
Deeuuuh... mau ngerti kok ribed ya? padahal kita udah duduk di kampus!

U know what, teori2 yang segambreng "hompimpah" itu justru baru mulai bisa gue ngertiin dan gue aplikasikan pas gue diminta bikin program pengembangan adik asuh pasca tsunami di Aceh 2006 yang lalu. Di situ baru deh gue sibuk buka buku lantaran gak mau bikin program yang menjebak adik2 asuh gue di sana. And guess what! it works! ternyata ilmu psikologi yang gue pelajari selama ini di kelas, sampe bikin pantat gue pegel2 sangatlah menyenangkan dan applicable bgt!
Semenjak itu, gue bisa jauh lebih paham mengapa erikson dan piaget atau bahkan Adler punya pandangannya masing-masing tentang lifespan manusia!

Sepulang dari Aceh dengan sukses gemilang menerapkan teori2 yang gue pelajari kepada realita, gue jadi hobi bikin program2 intervensi psikologis lainnya. Yaaa... mgkn emang gue gak expert ketimbang psikolog lainnya yang udah go public, tapi at least gue tau masih banyak temen2 gue di belakang sana mungkin yang masih isep jempol mikirin gimana caranya ilmu2 yang mereka pelajari bisa dipahami dengan baik dan benar. Gue sih mikirnya, mungkin kebanyakan mahasiswa sekarang selalu ngerasa ga punya waktu buat menerapkan ilmu mereka pada kondisi nyata, which means masyarakat sekitarnya sendiri. Kadang suka miris, liat mahasiswa pinter (nyaris cumlaude bahkan) tapi ketika turun ke "lapangan" alias masyarakat untuk menguji wawasannya dia cuma bisa gigit jari atau justru terlalu idealis. Freud yang orang jerman itu kalau bkin teori, sedikit banyak tetap perlu kita adaptasi untuk kondisi di Indonesia! supaya tidak salah analisis dan solusi ^_^ (Naudzubillahmindzalik... semoga gue bisa menjadi bagian dari generasi muda yang paham dan solutif atas permasalahan masyarakatnya)

well, ini juga menjadi sebuah kritik sederhana, paling sederhana bahkan untuk para pelaku pendidikan tinggi di kampus gue sendiri... buat para pendidik dan bagi peserta didik. Selama kita duduk di kelas, membaca dan mempelajari informasi baru, ketahuilah bahwasanya kita sedang "berutang" dan mengaplikasikannya pada kehidupan nyata adalah salah satu cara untuk "mencicil utang" kita tersebut.
Gue yakin kok, mahasiswa di Indonesia selain cerdas juga aplikatif! GUE YAKIN!

Tuesday, March 11, 2008

Kenapa suami harus takut istri? Emangnya istrinya singa padang pasir ya?

Gue sedikit banyak ingin mengkritik salah satu opera sabun (pake colek ga??) "Suami-Suami Takut Istri" di TransTv.
Apa yang gue kritik?
overall, gue mengakui emang para suami di cerita itu begundal semua alias hidung belang dan mata kerlap-kerlip kelilipan sama cewe2 cantik yang sexy macam Dek Pretty. Ya iyalah... cowo mana yang gak "keblernger" dengan wanita macam itu? ^_^ (hoho.. i am the chubby one)
Tapi apa yang gue liat, para istri itu juga tidak pernah memperlakukan suami mereka dengan "layak", mulai dari dicubit, dibentak2, dijewer dan lain sebagainya.
This movie reduces the value and dignity of Women!
perlakuan yang kasar dan tidak senonoh macam itu justru memberi kesan wanita itu tipikal offensive sama hal2 yang membuatnya cemburu. Wanita itu seolah tak pandai mendidik keluarganya dan menghargai suaminya.

Bisa aja kan suami2 mereka "ngelirik" cewe lain bukan hanya karena bakat hidung belang mereka, tetapi juga karena perlakuan istri2 mereka yang tidak bijak!

gue mengutuk opera sabun ini dalam batasan perilaku para istri (wanita) yang nampak bodoh dan menerjunbebaskan martabat mereka sendiri! hoho...